Tabungan, Deposito, Reksadana, Manakah Yang Terbaik? Berikut Jawabannya

Perbandingan Antara Tabungan, Deposito, Reksadana Manakah Yang Terbaik Untuk Investasi? ➡ Mungkin anda sedang bingung Menentukan Investasi Yang Tepat, karena jika uang cash dipegang atau disimpan dirumah berapapun sepertinya akan habis. Investasi merupakan satu wadah untuk menyimpan dan mengembangkan uang yang kita miliki. Di indonesia sendiri ada banyak jenis investasi yang ditawarkan. Akan tetapi pada pembahasan kali ini, seperti judul di atas, kami hanya akan fokus membahas 3 jenis investasi saja.

Yang mana investasi tersebut  meliputi, tabungan, deposito dan reksadana. Nah di antara ketiganya mana yang terbaik? Silahkan temukan jawabannya pada pembahasan di bawah ini.


Tabungan

Tabungan merupakan salah satu jenis investasi yang paling mudah diterapkan. Selain besaran dana yang di wajibkan fleksible, tabungan juga tidak terikat dengan jangka waktu untuk mencairkannya. Tabungan juga mendapatkan pembagian bunga yang mana besaran persentasenya dilihat dari saldo rata-rata dan saldo akhir harian. Akan tetapi bunga yang didapat dari investasi jenis ini cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan investasi yang lain.

Untuk nasabah yang bertujuan untuk menghasilkan laba dalam investasinya, sebaiknya tidak menggunakan investasi dalam bentuk tabungan. Karena dengan persentase bunga yang sangat kecil, memberikan dampak yang cukup signifikan terkait dengan perkembangan harta. Artinya, harta yang diinvestasikan dalam bentuk tabungan mengalami pertumbungan atau penambahan, tetapi sangat kcil atau sangat lambat pertumbuhannya.

Sebagaimana telah dijelaskan diatas, bahwa besaran persentase tabungan ditentukan oleh besaran saldo harian. Sehingga, jika tabungan memiliki saldo yang sedikit, maka besaran bunga yang didapat juga semakin kecil. Jika saldo tabungan dan bunga yang diperoleh sangat kecil, maka tidak heran jika suatu saat terjadi biaya administrasi lebih besar dari pada investasi yang dimiliki. Sehingga investor mengalami kerugian.

Deposito

Deposito merupakan salah satu jenis investasi yang dapat dipilih oleh seorang nasabah yang ingin berinvestasi atau menyimpan dana yang dimilikinya dalam jangka waktu tertentu. Lama waktu yang biasa terjadi dalam investasi deposito adalah berkisar antara 1, 3, 6 atau 12 bulan. Jangka waktu tersebut dapat disepakati di awal melakukan kontrak deposito.

Dalam memilih jangka waktu deposito tersebut, nasabah harus berfikir matang-matang, karena dapat berdampak yang cukup signifikan terkait dengan pencairan dana deposito tersebut. Pencairan dana deposito yang tidak sesuai dengan kontrak (sebelum jatuh tempo) akan dikenakan pinalti. Besaran pinalti tersebut ditentukan oleh lembaga tempat nasabah melakukan deposito.

Kelebihan melakukan investasi deposito dibanding investasi yang lain, yaitu terkait dengan keamanan dan persentase pembagian bunga. Keamanan melakukan deposito adalah produk deposito telah dijamin oleh lps (lembaga penjamin sosial). Sedangkan, persentase bunga yang diberikan adalah sebesar 7,75% per tahun (tergantung kebijakan saat itu).

Bunga yang telah menjadi bagian nasabah tersebut, bisa diambil melalui transfer dan bisa diambil sesuai dengan perjanjian diawal kontrak (per bulan atau per tahun). Artinya bunga deposito tersebut bisa dicairkan kapan saja tanpa harus menunggu pencairan dana deposito.

Sedangkan kekurangan deposito adalah terikat oleh waktu dan kecilnya besaran bunga pada saat terjadi inflasi. Artinya disini, deposito tidak bisa dicairkan sesuka hati, yang mana harus sesuai dengan perjanjian diawal kontrak ketika akan melakukan kontrak deposito.

Sehingga tidak bisa dicairkan ketika ada kebutuhan yang mendadak, kalaupun bisa di cairkan nanti akan di kenakan pinalti. Selanjutnya, jumlah bunga yang banyak dari hasil investasi deposito tersebut, menjadi tidak ada nilainya jika pada saat itu terjadi masa inflasi.

Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang atau yang sering disebut dengan money market fund, dapat dikatakan investasi yang paling menguntungkan dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Pada reksadana ini, sejumlah dana yang kita investasikan akan ditanankan kepada sebuah instrumen pasar uang. Produk yang dikeluarkan oleh insrumen pasar uang tersebut, seperti: sertifikat bank indonesia (sbi), surat berharga pasar uang (sbpu), deposito berjangka, obligasi yang memiliki masa jatuh tempo kurang dari satu tahun, dan lain sebagainya.

Keunggulan reksadana pasar uang adalah dapat dicairkan kapan saja dan memiliki risiko yang lebih kecil bila dibandingkan dengan reksadana lain. Walaupun reksadana ini memiliki keunggulan yang sangat banyak tapi pastinya juga akan ada kekurangannya.

Salah satunya mengenai faktor resiko. Dimana resiko investasi jenis reksadana ini berbanding lurus dengan potensi keuntungannya. Semakin besar potensi keuntungan maka otomatis semakin besar pula potensi resikonya.

<< Baca Juga: Bandingkan Yuk Keuntungan Investasi Pasar Modal Syariah Dan Konvensional >>

Nah itu dia pembahasan mengenai investasi tabungan, deposito, maupun reksadana. Mana yang terbaik di antara ketiganya, tentu tiap orang punya pendapat masing-masing.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di KEUNTUNGAN MENABUNG

Just someone who proud to be called as Blogger , Likes to share what he knew. Silahkan Tinggalkan komentar anda untuk Artikel di Atas, No SARA, NO PROMOTION OF LOAN.

No comments: